Tampilkan postingan dengan label LANSEKAP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LANSEKAP. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Oktober 2012

TAMAN DI ATAS ATAP

          Keterbatasan lahan,,,keterbatasan ruang di bagian dasar hunian,,,, tetapi ingin memiliki taman....Taman di atas atap solusinya.
Taman diatas atap adalah jenis atap yang baru-baru ini berkembang dengan pesat, digunakan baik untuk rumah tinggal maupun bangunan komersialTerlebih pembangunan di kota metropolitan berorientasi kepada pembangunan vertikal. Mendesain taman di lantai atas sebuah hunian prinsipnya hampir sama dengan konsep menanam tanaman di dalam pot. Namun, skala medianya agak lebih besar karena berkaitan dengan bangunan yang ada. Dalam merencanakan konstruksi taman di atas atap, kita harus memperhatikan dahulu faktor keamanan berupa beban yang harus dipikul oleh keseluruhan struktur yaitu dak beton itu sendiri, beban tanah dan lapisan taman, tanaman dan juga manusia.

Aspek Konstruksi dan Susunannya
  • Atap bertanaman pada dasarnya disusun sebagai berikut:
  • Atap pelat beton bertulang dengan plesteran finishing semen; atau
  • atap konstruksi kayu dengan lapisan papan atau multipleks;
  • lapisan kedap air yang tahan terhadap akar tanaman;
  • lapisan pelindung lapisan kedap air terhadap kerusakan mekanis;
  • lapisan drainase (pengaliran air);
  • lapisan penyaring;
  • lapisan media tanam (tanah dan sebagainya); serta
  • vegetasi (tanaman/pepohonan)

Beban tambahan yang perlu diperhitungkan dalam tahap desain meliputi:
  • beban mati yang meliputi berat dari kotak tanaman atau dinding pembatas taman lainnya. Untuk bahan beton bertulang, berat lazimnya mencapai 24 kN/m2. Berat ini tentunya dapat bervariasi tergantung apakah struktur beton ini dalam keadaan basah atau kering. 
  • Beban hidup dapat terdiri atas berat kering dan bash dari media tanam (tanah), pepohonan, air, dan juga orang yang menggunakan atap bertanaman ini.
  • Beban hidup yang diperhitungkan untuk penggunaan (untuk atap datar yang dapat dipergunakan tidak hanya untuk pemeliharan taman) adalah sekitar 1.5 kN/m2 denah.
  • Berat dari tanah yang basah mencapai sekitar 22 kN/m3. Tanah pada atap bertanaman ini beratnya tentu bervariasi tergantung pada ketebalan lapisan tanah yang dipakai. Sebagai gambaran umum, kedalaman lapisan tanah ini berkisar antara 0.3-0.5 m untuk jenis taman yang ditanami oleh rumput dan perdu dan berkisar antara 1-1.5m untuk pohon pelindung yang berukuran kecil dan sedang. 
  • Beban angin harus dipertimbangkan dengan matang dalam desain atap bertanaman dengan jalan memasukkan angka yang sesuai untuk beban tekanan yang disebabkan oleh angin. Beban tekanan (tiupan) angin ini tergantung pada ketinggian tempat, bentuk pohon (rimbun tidaknya) dan tipe struktur bangunan yang menopang atap bertaman tersebut. 
  • Posisi dari beban terpusat di suatu lokasi atap bangunan yang ditimbulkan oleh pohon dan beban tambahan struktural lainnya sangat penting untuk dipikirkan sejak awal sehingga pekerjaan kedap air (waterproofing) telah dipersiapkan sebelumnya dan pelat atap mempunyai kekuatan yang memadai untuk diberi beban tekanan akibat dari tambahan berat ini. 
  • Sangat penting bagi para pemilik, pengguna, dan pihak manajemen gedung untuk memperhatikan kterbatasan beban atap yang diizinkan dengan cara tidak membuat taman di sembarang lokasi pada atap. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keamanan struktur bangunan akibat diletakkannya taman dan pepohonan yang berat pada atap yang seharusnya tidak boleh dibebani. 
  • Secara alamiah, setiap pohon dan tanaman akan tumbuh dan bertambah berat sejalan dengan perkembangannya. Hal ini juga harus diperhatikan dalam perhitungan struktur sebagai beban tambahan yang akan terkumpul seiring dengan bertambahnya usia bangunan. 


(dari berbagai sumber)

sak lajengipun »»  

Sabtu, 27 Oktober 2012

KOLAM MINIMALIS


LENTERA KARYA
Selain rumah minimalis dan taman minimalis, saat ini banyak masyarakat yang memilih untuk menambahkan kolam minimalis ke dalam bagian desain rumah minimalis mereka. Selain untuk memanfaatkan lahan yang masih tersisa, kolam minimalis juga bisa menghilangkan kesan kaku dan egois dari sebuah desain rumah minimalis. Seperti layaknya desain rumah minimalis, desain kolam minimalis juga tidak banyak membutuhkan berbagai macam ornamen dan hiasan namun tetap bisa menghidupkan suasana sebuah rumah. Itulah uniknya desain kolam minimalis.





Taman kolam minimalis didalam rumah membuat energi ketenangan bagi pemiliknya. Setelah seharian lelah dengan segudang kerjaan kantor, ketika pulang kerumah terasa refresh, nyaman, dan indah, hilang seketika menikmati keserasian taman kolam minimalis dengan rumah.

 

Keberadaan sebuah eksterior taman, sebenarnya sangat penting. Taman tidak sekadar pengisi ruang kosong, melainkan mempunyai banyak fungsi dan peran yang jauh lebih besar. Beberapa manfaat taman rumah antara lain sebagai berikut:

  • Taman memberikan keseimbangan terhadap rumah yang dibangun dengan batu dan semen. Keseimbangan ini penting untuk membuat rumah jadi terasa lebih nyaman dan enak sebagai tempat tinggal.
  • Tanaman yang terdapat di taman akan memberikan kontribusi yang cukup penting untuk sirkulasi udara yang segar dan bersih bagi penghuni rumah. Terlebih jika kita tinggal di perkotaan yang tingkat polusi udaranya cukup tinggi. Di tempat semacam ini taman dapat berperan sebagai penyangga ekosistem dan sebagai suplai oksigen dan udara bersih yang menyehatkan.
  • Taman juga berguna sebagai arena rekreatif yang bermanfaat bagi anggota keluarga. Apalagi bila luas eksterior taman cukup besar untuk bermain dan berkumpul bersama keluarga, tentu berguna untuk meningkatkan komunikasi.
  • Taman juga berguna sebagai media atau sarana untuk mengisi kegiatan penghuni rumah ataupun untuk menyalurkan hobi berkebun. Kelelahan atau stress yang dialami saat bekerja di kantor akan segera hilang dengan sekadar menyiram tanaman atau memandang dan menikmati keindahan tanaman yang ada.
                                                                                    (diambil dari berbagai sumber)


sak lajengipun »»  

TAMAN MINIMALIS

LENTERA KARYA
Kombinasi dari taman minimalis dan rumah minimalis harus memberikan kesan yang lebih harmonis dalam konsep arsitektur minimalis. Rumah minimalis memiliki struktur yang sederhana, desain taman mungil, dan lebih menekankan pada fungsi ruang. Oleh karena itu, taman harus dibuat sesuai dengan konsep tanah  dan air yang memiliki konsep taman minimalis juga. Pemilihan tanaman dan ornamen di taman minimalis modern juga harus sesuai dengan konsep minimalis.

Proses arsitektur taman minimalis sangat diperlukan sebelum Anda mendisainya. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan taman minimalis yang cocok  dengan konsep yang Anda pilih bahwa terhadap karakter bangunan rumah minimalis. Jika rumah dan taman minimalis tidak cocok, misalkan Anda membuat taman tropis atau lain sebagainya maka itu  akan membuat rumah Anda terkesan menjadi gelap dan terlihat berantakan 

Taman minimalist modern tidak menempatkan terlalu banyak jenis tanaman hias. yang diperlukisan hanya beberapa saja, dua atau tiga tetapi memilih tanaman yang dapat menekankan kesan minimalis. Misalnya : rumput gajah mini, tanaman yang memiliki kesan tegas seperti Okianti, dal lain sebagainya yang tidak begitu rimbun. Sedangkan  tanaman yang cocok untuk mengisi tanaman tropis yaitu warna yang dipilih harus memiliki banyak warna, Ex : merah, putih atau kuning, yang mencerminkan nuansa ramai.




                                                          (di ambil dari berbagai sumber)














sak lajengipun »»  

Sabtu, 13 Oktober 2012

BUDIDAYA SANSEVIERIA


LENTERA KARYA

Sejarah Sansevieria
Sansevieria atau yang dikenal dengan sanse yang masuk dalam family agavaceae merupakan tanaman yang tumbuh menahun (perennial). Sejarah menerangkan sanse berasal dari Afrika, India dan Asia. Adalah Caspar Commelia, seorang botani asal Belanda yang berjasa mengenalkan sanse di luar habitat aslinya. Sanse banyak mengalami perubahan penggolongan genus. Nama sansevieria sendiri diambil dari nama bangsawan Italia, Prince of Raimond de Sangrio de Sanseviero. Sampai akhirnya ditetapkannya nama Sansevieria pada tahun 1905 dalam Vienna Congress of Botanical Nomenclature di Austria.


Spesies Sansevieria
Sanse memiliki sekitar 200 lebih spesies dari seluruh penjuru dunia dan ratusan lain adalah hybrid yang berhasil dikembangkan oleh penggemarnya. Spesies tersebut digolongkan kedalam 2 golongan, Trifasciata dan Non Trifasciata atau bisa dikatakan berdaun pipih dan non pipih. Non Trifasciata sendiri masih dibagi lagi ke dalam dua kelompok lagi diantaranya fariata dan cylindrica. Fariata adalah jenis sansevieria dengan daun pipih berkarakter doff / tidak berkilat dan kasar. Yang termasuk jenis ini adalah: Sansevieria Masoniana, Sansevieria Kirkii, Sansevieria Aothopica, Sansevieria Horwood, dan sebagainya. Cylindrica adalah sansevieria dengan karakter daun bulat dan mempunyai kanal ditengahnya. Yang termasuk jenis ini contohnya adalah: Sansevieria Stuckii, Sansevieria Tom Grombley, Sansevieria Base Ball, Sansevieria Kenya Hyaicint, dan sebagainya. Kultivar sanse yang dari Indonesia sendiri adalah Javanica. Beberapa jenis lain yang kini lagi digandrungi hobies adalah Koko, Silver Blue, Doris Pfenig, beberapa jenis Lavranos, Johannesburg, dan masih banyak lainnya selain yang variegata (mengalami kelainan warna dengan tanda berupa garis atau full warna kuning dan putih pada daun.
Sansevieria kenya hyacinth Varigata (manggis 419)
Aneka Guna Sansevieria
Sanse selain indah dipandang mata, ternyata memiliki banyak sekali kegunaan terutama bagi kesehatan. Tak heran penggemar sanse semakin bertambah kian hari meski hobby tanaman tak seramai beberapa tahun lalu. Sansevieria yang kini harganya turun drastis tak membuat pecinta fanatiknya pindah ke lain hati. Terbukti pada beberapa daerah masih sering diadakan kontes. 
Lalu apa saja manfaat sanse bagi kehidupan manusia? Serat nya dimanfaatkan untuk membuat benang, jala, topi, keranjang, tali, mouthbow (alat musik tradisional Afrika) dan bahan baku kain. Pulp daun dapat dipakai sebagai bahan pembuat kertas. Parfum yang kita nikmati keharumannya, ternyata salah satu bahannya adalah ekstrak bunga sansevieria. Untuk kesehatan, daun sanse lah yang mampu bertugas sebagai obat. Pada jaman dahulu daun sanse digunakan sebagai bahan racikan racun. Pada masa kini, penelitian tentang sanse terus berkembang dan menemukan bahwa selain sebagai racun sanse juga bisa sebagai antiseptik, bahan obat (wasir, sakit gigi, diabetes, kanker, dsb), sebagai tonik penyegar, penghambat karat pada aluminium dan airfreshener (antipolutan).
manggis 419

Kandungan Sansevieria
Sebenarnya apa kandungan sanse sehingga nampak begitu berguna? Tiap helai daun sanse terdapat senyawa aktif pregnane glykoside yang mengurai 107 senyawa berbahaya seperti benzena, kloroform, xylen, formaldehida, dan triklorotilen yang ditimbulkan oleh polusi dari asap rokok, tinta, kayu, minyak, limbah plastik, asap bahan bakar, kertas dan produk pembersih domestik, menjadi senyawa asam organik, gula dan senyawa asam amino. Mampu meneyerap radiasi dari alat-alat elektronik seperti komputer, TV dan lainnya. Berdasar penelitian NASA, selembar daun sanse bisa menyerap formaldehida 0,938 gr/jam. Pengaplikasiannya cukup letakkan 4-5 daun sanse dewasa pada ruangan seluas 100m2. Perlu diketahui bahwa formaldehida adalah zat berbahaya yang beredar di udara yang dapat menyebabkan Sick Building Syndrome (SBS) yaitu sakit kepala, iritasi mata, badan cepat letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokan gatal, kesulitan dalam berkonsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yang tidak kunjung sembuh. 

Pengembangan Biakan Sansevieria
Pengembang biakan sanse biasanya dapat dilakukan melalui anakan, stek daun, penyilangan bunga dan melalui proses laboratorium atau lebih dikenal proses kultur jaringan. Dengan media tanam berupa campuran pasir, pupuk kompos, dan arang sekam, dengan perbandingan kira-kira 3:1:1, dapat dipastikan sanse akan tumbuh subur dan kalau anda beruntung, anda akan menemukan anakan variegata.
Sanse yang memang spesies gurun, sangat memerlukan sinar matahari penuh dan tidak membutuhkan banyak air. Untuk itu campuran media dengan banyak pasir sangat diperlukan agar tempat tumbuh sanse poros atau tidak menampung air. Pupuk kompos dan arang sekam diperlukan agar unsur hara tetap didapatkan. Penyiramannya pun juga tidak terlau sering, cukup tiga kali sehari dalam kondisi panas dan seminggu sekali saat  musim penghujan.
Tetapi sanse juga bisa dijadikan indoor plant (tanaman dalam ruang) dengan sifatnya yang bandel tersebut. Cukup letakkan sanse di pot cantik, jadilah sanse indoor plant yang tak hanya mampu menyegarkan mata tetapi juga menyerap radiasi alat-alat elektronik dan polusi. Cukup seminggu sekali dikeluarkan untuk bermandi matahari dan disiram cukup air. Setelah kering sanse bisa dimasukkan kembali ke dalam rumah. Membawa sanse sangat mudah. Cabut saja dari medianya, bersihkan dengan air dan bungkus koran bekas. Sanse siap dibawa kemanapun. Praktis kan.
Sansevieria Lavranos 2395 (manggis 419)

Komunitas Sansevieria
Di Indonesia komunitas Sanse tidak berkurang bahkan bertambah. Hampir di tiap kota memeliki Komunitas Sanse, di Bondowoso Jawa Timur  para penggemar Sanse bergabung dalam PSB ( Paguyuban Sansevieria Bondowoso) .Sekretariat jl. dr. Sotomo II/419 Bondowoso

sak lajengipun »»  

MENGENAL SANSEVIERIA


LENTERA KARYA
SANSEVIERIA

Sejarah Sansevieria
Sansevieria atau yang dikenal dengan sanse yang masuk dalam family agavaceae merupakan tanaman yang tumbuh menahun (perennial). Sejarah menerangkan sanse berasal dari Afrika, India dan Asia. Adalah Caspar Commelia, seorang botani asal Belanda yang berjasa mengenalkan sanse di luar habitat aslinya. Sanse banyak mengalami perubahan penggolongan genus. Nama sansevieria sendiri diambil dari nama bangsawan Italia, Prince of Raimond de Sangrio de Sanseviero. Sampai akhirnya ditetapkannya nama Sansevieria pada tahun 1905 dalam Vienna Congress of Botanical Nomenclature di Austria.


Spesies Sansevieria
Sanse memiliki sekitar 200 lebih spesies dari seluruh penjuru dunia dan ratusan lain adalah hybrid yang berhasil dikembangkan oleh penggemarnya. Spesies tersebut digolongkan kedalam 2 golongan, Trifasciata dan Non Trifasciata atau bisa dikatakan berdaun pipih dan non pipih. Non Trifasciata sendiri masih dibagi lagi ke dalam dua kelompok lagi diantaranya fariata dan cylindrica. Fariata adalah jenis sansevieria dengan daun pipih berkarakter doff / tidak berkilat dan kasar. Yang termasuk jenis ini adalah: Sansevieria Masoniana, Sansevieria Kirkii, Sansevieria Aothopica, Sansevieria Horwood, dan sebagainya. Cylindrica adalah sansevieria dengan karakter daun bulat dan mempunyai kanal ditengahnya. Yang termasuk jenis ini contohnya adalah: Sansevieria Stuckii, Sansevieria Tom Grombley, Sansevieria Base Ball, Sansevieria Kenya Hyaicint, dan sebagainya. Kultivar sanse yang dari Indonesia sendiri adalah Javanica. Beberapa jenis lain yang kini lagi digandrungi hobies adalah Koko, Silver Blue, Doris Pfenig, beberapa jenis Lavranos, Johannesburg, dan masih banyak lainnya selain yang variegata (mengalami kelainan warna dengan tanda berupa garis atau full warna kuning dan putih pada daun.
Sansevieria kenya hyacinth Varigata (manggis 419)
Aneka Guna Sansevieria
Sanse selain indah dipandang mata, ternyata memiliki banyak sekali kegunaan terutama bagi kesehatan. Tak heran penggemar sanse semakin bertambah kian hari meski hobby tanaman tak seramai beberapa tahun lalu. Sansevieria yang kini harganya turun drastis tak membuat pecinta fanatiknya pindah ke lain hati. Terbukti pada beberapa daerah masih sering diadakan kontes. 
Lalu apa saja manfaat sanse bagi kehidupan manusia? Serat nya dimanfaatkan untuk membuat benang, jala, topi, keranjang, tali, mouthbow (alat musik tradisional Afrika) dan bahan baku kain. Pulp daun dapat dipakai sebagai bahan pembuat kertas. Parfum yang kita nikmati keharumannya, ternyata salah satu bahannya adalah ekstrak bunga sansevieria. Untuk kesehatan, daun sanse lah yang mampu bertugas sebagai obat. Pada jaman dahulu daun sanse digunakan sebagai bahan racikan racun. Pada masa kini, penelitian tentang sanse terus berkembang dan menemukan bahwa selain sebagai racun sanse juga bisa sebagai antiseptik, bahan obat (wasir, sakit gigi, diabetes, kanker, dsb), sebagai tonik penyegar, penghambat karat pada aluminium dan airfreshener (antipolutan).
manggis 419

Kandungan Sansevieria
Sebenarnya apa kandungan sanse sehingga nampak begitu berguna? Tiap helai daun sanse terdapat senyawa aktif pregnane glykoside yang mengurai 107 senyawa berbahaya seperti benzena, kloroform, xylen, formaldehida, dan triklorotilen yang ditimbulkan oleh polusi dari asap rokok, tinta, kayu, minyak, limbah plastik, asap bahan bakar, kertas dan produk pembersih domestik, menjadi senyawa asam organik, gula dan senyawa asam amino. Mampu meneyerap radiasi dari alat-alat elektronik seperti komputer, TV dan lainnya. Berdasar penelitian NASA, selembar daun sanse bisa menyerap formaldehida 0,938 gr/jam. Pengaplikasiannya cukup letakkan 4-5 daun sanse dewasa pada ruangan seluas 100m2. Perlu diketahui bahwa formaldehida adalah zat berbahaya yang beredar di udara yang dapat menyebabkan Sick Building Syndrome (SBS) yaitu sakit kepala, iritasi mata, badan cepat letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokan gatal, kesulitan dalam berkonsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yang tidak kunjung sembuh. 

Pengembangan Biakan Sansevieria
Pengembang biakan sanse biasanya dapat dilakukan melalui anakan, stek daun, penyilangan bunga dan melalui proses laboratorium atau lebih dikenal proses kultur jaringan. Dengan media tanam berupa campuran pasir, pupuk kompos, dan arang sekam, dengan perbandingan kira-kira 3:1:1, dapat dipastikan sanse akan tumbuh subur dan kalau anda beruntung, anda akan menemukan anakan variegata.
Sanse yang memang spesies gurun, sangat memerlukan sinar matahari penuh dan tidak membutuhkan banyak air. Untuk itu campuran media dengan banyak pasir sangat diperlukan agar tempat tumbuh sanse poros atau tidak menampung air. Pupuk kompos dan arang sekam diperlukan agar unsur hara tetap didapatkan. Penyiramannya pun juga tidak terlau sering, cukup tiga kali sehari dalam kondisi panas dan seminggu sekali saat  musim penghujan.
Tetapi sanse juga bisa dijadikan indoor plant (tanaman dalam ruang) dengan sifatnya yang bandel tersebut. Cukup letakkan sanse di pot cantik, jadilah sanse indoor plant yang tak hanya mampu menyegarkan mata tetapi juga menyerap radiasi alat-alat elektronik dan polusi. Cukup seminggu sekali dikeluarkan untuk bermandi matahari dan disiram cukup air. Setelah kering sanse bisa dimasukkan kembali ke dalam rumah. Membawa sanse sangat mudah. Cabut saja dari medianya, bersihkan dengan air dan bungkus koran bekas. Sanse siap dibawa kemanapun. Praktis kan.
Sansevieria Lavranos 2395 (manggis 419)

Komunitas Sansevieria
Di Indonesia komunitas Sanse tidak berkurang bahkan bertambah. Hampir di tiap kota memeliki Komunitas Sanse, di Bondowoso Jawa Timur  para penggemar Sanse bergabung dalam PSB ( Paguyuban Sansevieria Bondowoso) .Sekretariat jl. dr. Sotomo II/419 Bondowoso

sak lajengipun »»  

Jumat, 12 Oktober 2012

MENGENAL BONSAI





Bonsai (盆栽?) adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai) dilakukan di pot dangkal yang disebut bon (). Istilah bonsai juga dipakai untuk senitradisional jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan,daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk Penzai(盆栽).
Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah mahluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai.

JENIS
Pohon yang paling umum dibonsai adalah berbagai spesies pinus. Jenis tanaman dan pohon dipakai untuk mengelompokkan jenis-jenis bonsai:
Ada banyak sekali tanaman tropis yang telah dicoba dan ternyata cocok untuk dibonsai, di antaranya asam jawaberingincemara udangwaru, dan jambu biji

Bentuk dasar


Tegak Lurus (Chokkan)

Tegak Berkelok-kelok (Moyogi)

Sarung Angin/Tertiup Angin (Fukinagashi)

Menggantung (Kengai)

Setengah Menggantung (Han Kengai)

Batang Bergelung (Bankan)

Sapu Tegak (Hōkidachi)

Berbatang Dua (Sōkan)

Pohon Sastrawan (Bunjinki)
Tegak Lurus (直幹 Chokkan?)
Batang pohon tegak lurus vertikal ke atas. Pohon dikatakan memiliki batang yang ideal bila pohon memiliki diameter batang yang makin ke atas makin mengecil, dimulai dari bagian batang yang dekat dengan akar. Pohon dikatakan memiliki dahan yang ideal bila dahan ada di sisi depan-belakang atau kiri-kanan saling bersilangan satu sama lainnya. Jarak antardahan makin ke atas makin sempit. Bentuk akar ideal adalah akar yang bila dilihat dari atas, menjalar ke segala penjuru.
Tegak Berkelok-kelok (模様木 Moyogi?)
Batang pohon tegak berkelok-kelok ke kiri dan ke kanan. Diameter batang makin ke atas makin mengecil dengan keseimbangan kiri dan kanan yang baik. Dahan yang baik adalah dahan yang ada di bagian puncak lengkungan batang pohon. Dahan yang berada di bagian dalam lengkungan dipotong. Dari pangkal batang hingga bagian puncak pohon dapat ditarik garis lurus, dan orang yang melihat tidak merasa khawatir dengan keseimbangan pohon tersebut.
Miring (斜幹 Shakan?)
Batang pohon miring ke satu sisi bagaikan terus menerus ditiup angin ke arah tersebut. Bagaikan ada benda yang menghalangi di salah satu sisi, batang pohon tumbuh mencondong ke sisi lain. Ciri khas bentuk ini berupa dahan yang ada hanya di bagian puncak lengkungan batang, dan berselang-seling di sisi kiri-kanan dan depan-belakang.
Sarung Angin (吹流し Fukiganashi?)/Tertiup Angin[2]
Dibandingkan bonsai bentuk Miring, pohon tumbuh sambil mengalami paksaan yang lebih kejam. Batang dan dahan pohon hanya condong ke satu arah. Batang dan dahan pohon yang condong ke satu sisi jauh lebih panjang daripada tinggi pohon yang diukur dari pangkal batang ke puncak pohon. Posisi batang dan dahan mirip dengan bonsai gaya Setengah Menggantung, namun batang dan dahan terlihat membentuk garis paralel.
Menggantung (懸崖 Kengai?)
Pohon diibaratkan tumbuh di permukaan dinding terjal yang berada di tebing tepi laut atau dinding lembah terjal. Batang pohon tumbuh bagaikan menggantung ke bawah tebing. Puncak pohon tersebut menggantung jauh hingga melebihi dasar pot. Bila puncak pohon tidak melebihi dasar pot maka bonsai disebut Setengah Menggantung (Han Kengai).
Batang Bergelung (蟠幹 Bankan?)
Batang pohon terlihat sangat dipilin, atau pohon tumbuh dengan kecenderungan memilin diri. Batang pohon begitu terlihat dipilin bagaikan ular yang sedang bergelung.
Sapu Tegak (箒立ち Hōkidachi?)
Batang tegak lurus hingga di tengah sebelum dahan dan ranting tumbuh menyebar ke segala arah. Puncak pohon sulit ditentukan dari sejumlah puncak dahan yang ada sehingga bentuk bonsai ini mirip sapu dari bambu. Keindahan bonsai gaya ini dinilai dari percabangan dahan yang rapi, dan titik dimulainya persebaran dahan dan ranting ke segala arah, tinggi pohon, dan keseimbangan unsur-unsur tersebut.
Menonjolkan Akar (根上り Neagari?)
Akibat pohon dipelihara di lingkungan pemeliharaan yang kejam, bagian pangkal akar yang bercabang-cabang di dalam tanah menjadi terekspos ke luar di atas tanah bagaikan akibat diterpa angin dan hujan.
Berbatang Banyak (多幹 Takan?)
Dari satu pangkal akar tumbuh tegak lebih dari satu batang pohon. Bila tumbuh dua batang pohon, maka bonsai disebut Berbatang Dua (Sōkan). Bila ada tiga batang pohon, maka disebut Berbatang Tiga (Sankan). Bonsai berbatang lima atau lebih disebut Tunggul Tegak (Kabudachi). Batang berjumlah ganjil lebih disukai. Selain bonsai berbatang dua, bonsai dengan batang berjumlah genap tidak disenangi dan tidak dibuat.
Akar Terjalin (根連なり Netsuranari?)
Akar dari sejumlah batang pohon dari satu spesies (tiga batang pohon atau lebih) saling melekat dan berhubungan satu satu sama lainnya. Bentuk ini juga dapat berasal dari batang pohon yang tadinya tegak, namun roboh dan terkubur di dalam tanah. Bagian yang dulunya adalah dahan pohon, berubah peran dan tumbuh sebagai batang pohon. Dari batang pohon tersebut keluar akar, dan akar tersebut terjalin dengan akar pohon asal. Bentuk yang mirip dengan Akar Terjalin disebut Rakit atau Tumbuh dari Batang (Ikadabuki). Bonsai berbentuk Tumbuh dari Batang juga berasal dari pohon yang tadinya tegak, namun roboh dan dahan berubah peran menjadi batang. Perbedaannya dengan Akar Terjalin terletak pada akar yang hanya ada di satu tempat. Seperti halnya bonsai Berbatang Banyak, pohon berbatang genap tidak disukai.
Kelompok (寄せ植え Yoseue?)
Lebih dari satu pohon ditanam bersama dalam satu pot dangkal atau ditanam di atas batu. Pohon yang ditanam dapat saja beberapa pohon dari satu spesies, atau campuran dari beberapa spesies berbeda. Nilai kreativitas karya dapat ditinggikan dengan perpaduan benda-benda hiasan yang diletakkan sebagai tambahan.
Pohon Sastrawan (文人木 Bunjinki?)/Bebas[2]
Bentuk bonsai ini asal usulnya dari meniru bentuk pohon dalam nanga. Dinamakan bonsai bentuk Pohon Sastrawan karena sastrawan zaman Meiji sangat menggemari bonsai bentuk ini. Pada zaman sekarang, batang kurus, jumlah dahan sedikit, dan dahan pendek juga disebut Pohon Sastrawan.
Pohon Tak Lazim (代わり木 Kawariki?)
Bentuk ini dipakai untuk menyebut bonsai yang tidak dapat digolongkan ke dalam bentuk-bentuk bonsai yang lazim.

[sunting]

Ukuran

raksasa: tinggi pohon lebih dari 101 cm.Bonsai dikelompokkan menjadi enam kelompok berdasarkan tinggi tanaman dari pangkal batang hingga bagian puncak tanaman:
  • sangat besar: tinggi pohon antara 76-100 cm.
  • besar: tinggi pohon antara 46-75 cm
  • sedang: tinggi pohon antara 31-45 cm
  • kecil: tinggi pohon antara 16-30 cm
  • sangat kecil: tinggi pohon kurang dari 15 cm

sak lajengipun »»